| Minggu, 01 Maret 2009 |
| cINTA sHOLAWAT |
Hadad Alwi:
SHOLAWAT ITU UNGKAPAN CINTA
Sholawat dan Hadad Alwi, suatu yang tidak bisa dipisahkan. Sholawat telah menjadi icon yang melekat sejak lama. Wajar saja sebab dialah yang mempopulerkan sholawat baik melalui rekaman, CD, VCD. Juga melalui tayangan media electronic, khususnya stasiun TV.
Laki-laki yang lahir di kota Surakarta pada tahun 1966 ini selalu penyuka warna putih ini lebih mantap dengan pilihannya sebagai penyanyi sholawat. Hanya sholawat jalan satu-satunya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberi kelebihan suara yang merdu.
Tampaknya ia sudah memilih. Melalui sholawat ia padukan perbuatan dan perasaan untuk membuktikan cintanya yang besar kepada Rasulullah SAW. Wajar kemudian, jika kita mendengar lantunan suaranya begitu dalam dan bergetar, penuh ekspresi. Sebab saat itu, sebenarnya ia tekah membuktikan dan melantunkan lagu-lagu cinta kepada lelaki pembawa keselamatan, Muhammad SAW.
“Sholawat itu lantunan cinta tertinggi, ungkapan perasaan, hati dan pikiran kepada Rasululloh Muhammad SAW”, ujarnya kepada Iqro, di apartemennya di kawasan Cause Way Bay beberapa hari yang lalu. Iqro memang sengaja datang setelah sebelumnya membuat janji untuk wawancara, Sayang waktunya terbatas, wawancara pun akhirnya dilakukan sambil menuju ke Bandara. Usai sholat Dhuhur disebuah ruang yang disediakan untuk sholat, Iqro kembali menceritakan.
kelima baginya. Kali ini, ia datang undangan Kothiko dan gabungan dengan beberapa organisasi lainnya dalam rangka halal bi halal bersama Buruh Mingran Indonesia. Acara halal bi halal itu sendiri disiselenggarakan di lapangan Victory Park Cause Pemilik nama lengkap Abdulah Hadad Assegaf itu bercerita, baginya Hongkong bukan hal yang asing, kunjungan kali ini, merupakan kunjungan Way Bay pada akad ( 21/10) dikunjungi kurang lebih 10.000 Buruh Migran Indonesia.
Mengapa ia menjadi pesholawat? Ternyata menjadi penyanyi sholawat itu memang sudah niatan dari dulu. Ia merasa tidak mempunyai kelebihan apa-apa selain suaranya yang merdu dan bakatnya penyanyi sejak kecil. Sebagai ucapan syukur kepada Allah atas kelebihannya itu ia akhirnya menjadi penyanyi Islami. Jadi pilihannya dan ungkapan rasa cinta dan kagumnya kepada Nabi Muhammad SAW terkenal sebagai Nabi pilihan Allah SWT.
****
Merintis karier yang dirintis sejak tahun tahun 1997, semua berjalan lancar berkat bantuan Allah SWT, dukungan keluarga dan teman-temannya. Orang-orang tercinta terdekatnya mendukung total. Jadi berjalan tanpa hambatan.
Mengapa semua mendukung? Melantunkan sholawat itu tidak lain mengajak atau mengingatkan kepada umat Islam untuk menempatkan cintanya kepada Rasulullah diatas segala-galanya. Pada sisi lain, secara pribadi, dengan sholawat dirinya mendapatkan ketenangan dan merasa sangat dekat sekali dengan RabbNya. “ Saat melantunkan sholawat, saya tenang dan merasa dekat dengan Allah” Ujarnya.
Awalnya, saat mulai merintis karier, ada perasaan ragu diam-diam menyerua dalam hatinya. Ada goncangan, ada kebimbangan membersit apakah mau meneruskan karir yang dirintisnya atau tidak. Tak kemudian, ia bulatkan tekad dan menepis segala keraguan dan kebimbangan dengan kerja keras. Jadi kalaupun ia sukses seperti sekarang ini, tidak lain merupakan buah keteguhan dan kegigihannya dalam menggeluti karir.
Ia sukses kini. Sukses dalam karir sebagai penyanyi sholawat dan sukses juga dalam mengangkat dan membawa lagu-lagu sholawat yang semula dianggap sebagai lagu pinggiran dalam blantika musik, menjadi lagu yang memiliki tempat terhormat di hati banyak kalangan. “Terus terang saya merasa bahagia, sholawat kini bias dilantunkan oleh siapa saja dan menjadi popular.” Akunya sambil disertai seulas simbul senyum merekah dari bibirnya.
Kepada para Buruh Mingran Indonesia berada di Hongkong melalui majalah Iqro, Ia berpesan supaya tidak meninggalkan sholat lima waktu. Sebab sholat merupakan penyambung umat manusia dengan Allah SWT. Sesulit apapun supaya melaksanakan sholat, tapi bagi yang benar-benar tidak dapat melaksanakan sholat tidak boleh berkecil hati atau berputus asa, tetapi untuk tetap berdoa memohon bantuan pada Allah SWT supaya dapat membuka hati majikan. “Saat diakhirat nanti, pertama yang ditanyakan adalah sholatnya baru amalan lainnya”. tandasnya
Ayah tiga anak, yaitu Fatimah, Ali Akbar, dan Yasmin iru juga berpesan agar sesama BMI jangan membeda-bedakan antara memakai jilbab dan yang tidak pakai. Yang memakai jilbab belum tentu mulia hatinya daripada yang tidak pakai. Bagi Hadad Alwi, seperti yang ia sering lantunkan di atas panggung bahwa yang tidak memakai jilbab atau yang berpakaian tomboy semua sama dimata Allah. Semua mempunyai hak untuk mengikuti sholawat, berhak untuk bersama-sama membuat Rasulullah SAW tersenyum. Sebab Allah tidak memandang dari segi pakaiannya tapi dari segi hatinya.
Kepada Iqro, penggemar makan bakso dan sayur kaelan ini menginformasikan kalau kini ia sudah merealese progam baru. Program yang bertemakan Setengah Hari Bersama Rasulullah SAW. Program ini dirancang seperti traning dan sudah berjalan di Indonesia tepatnya Jakarta dan Padang yang diikuti oleh ribuan orang. Rencana kedepanya akan diadakan di Hongkong selama sebulan sekali.
Program itu dibuat karena rasa pedulinya pada umat manusia yang selama ini sudah melupakan perjuangan Rasulullah SAW yang begitu besar. Harapannya nanti, semua semua umat muslim kembali kejalanNya, lebih mencintai Rasulullah SAW sebelum menggapai cintaNya Allah. Cinta kepada Allah yidak akan tercapai tanpa menggapai cinta Rasulullah SAW yang sangat dikasihi Allah SWT terlebih dahulu.
Kelak, jika sudah dibuka di Hongkong, Program Setengah Hari Bersama Rasulullah itu rencananya akan dilakukan sebulan sekali. Dalam program traning ini akan mengajak sholat yang khusuk, banyak istifar, dan mengingat Allah SWT , dengan begitu semua BMI akan merasa dalam satu ikatan untuk menggapai cintaNya. Atau bisa juga disebut ikatan komunitas Rasulullah.
Tak ada batasan yang ikut. Siapa saja boleh mengikuti, asal mendaftar kepada panitia yang akan segera dibentuk. Program Setengah Hari Bersama Rasulullah ini akan dilaksanakan di gedung tidak dilapangan Victory Park.
Sebelum terbang ke tanah air, Hadad Alwi berpesan kepada BMI semua yang ada di Hongkong agar semakin meningkatkan gemar sholawat untuk membuat Rasulullah tersenyum dan bertambah tersenyum. Demikian juga, ia berharap dukungan atas program Setengah Hari Bersama Rasulullah yang akan gelar rutin sebulan sekali di Hongkong. |
posted by My Blog @ 08.37  |
|
|
|
|
| Cinta |
Ditulis oleh HikmahIslam di/pada Februari 21, 2007 “rasa cinta dan kasih sayang akan nampak dan akan semakin membesar ketika orang yang dicintai berada jauh dari yang mencintai.” “cinta yang sejati adalah cinta yang tempat dan waktu tidak dianggap sebagai penghalang kapanpun, dimanapun cinta tetap cinta.” “cinta yang hakiki adalah cinta kita kepada makhluk Allah, karena Allah swt” “kalau cinta kita karena Allah, maka waktu dan tempat tidak akan jadi penghalang bagi sang pecinta.” “kalau kita mencintai seseorang karena Allah swt, maka kita tidak mendapat sesuatu keculai kebahagiaan dan kecintaan yang sejati dan itu adalah tujuan yang diinginkan para pecinta yang hakiki.” “cinta kita harus lebih dahsyat kepada yang kita cintai dari cinta kita sebelumnya kalau kita mengetahui bahwa yang kita cintai mendekat kepada Allah.” “jika semakin dekat cintanya kepada Allah maka cinta kita kepadanya harus semakin besar dan semakin dahsyat.” “jauhnya kita dengan orang yang kita cintai demi untuk kembalinya kita dan untuk tinggalnya kita bersamanya adalah lebih baik daripada dekatnya kita dengan orang yang kita cintai tetapi untuk jauhnya kita darinya.” “bagi para pecinta yang sejati yang kecintaannya karena Allah maka ketika yang dicintai pergi, kesepian tidak akan bisa mengganggunya karena cintanya bukan sepenuhnya karena orang yang dicintai akan tetapi cintanya sepenuhnya karena Allah sedangkan Allah selamanya selalu ada.” |
posted by My Blog @ 08.18  |
|
|
|
| Senin, 23 Februari 2009 |
| assalamu'alaikum... |

PROFIL "Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf"
Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf adalah salah satu putra dari 16 bersaudara putra-putri Alm. Al-Habib Abdulkadir bin Abdurrahman Assegaf ( tokoh alim dan imam Masjid Jami' Asegaf di Pasar Kliwon Solo), berawal dari pendidikan yang diberikan oleh guru besarnya yang sekaligus ayah handa tercinta, Habib Syech mendalami ajaran agama dan Ahlaq leluhurnya. Berlanjut sambung pendidikan tersebut oleh paman beliau Alm. Habib Ahmad bin Abdurrahman Assegaf yang datang dari Hadramaout. Habib Syech juga mendapat pendidikan, dukungan penuh dan perhatian dari Alm. Al-Imam, Al-Arifbillah, Al-Habib Muhammad Anis bin Alwiy Al-Habsyi (Imam Masjid Riyadh dan pemegang magom Al-Habsyi). Berkat segala bimbingan, nasehat, serta kesabaranya, Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf menapaki hari untuk senantiasa melakukan syiar cinta Rosull yang diawali dari Kota Solo. Waktu demi waktu berjalan mengiringi syiar cinta Rosullnya, tanpa di sadari banyak umat yang tertarik dan mengikuti majelisnya, hingga saat ini telah ada ribuan jama'ah yang tergabung dalam Ahbabul Musthofa. Mereka mengikuti dan mendalami tetang pentingnya Cinta kepada Rosull SAW dalam kehidupan ini. Ahbabul Musthofa, adalah salah satu dari beberapa majelis yang ada untuk mempermudah umat dalam memahami dan mentauladani Rosull SAW, berdiri sekitar Tahun1998 di kota Solo, tepatnya Kampung Mertodranan, berawal dari majelis Rotibul Haddad dan Burdah serta maulid Simthut Duror Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf memulai langkahnya untuk mengajak ummat dan dirinya dalam membesarkan rasa cinta kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW .
|
posted by My Blog @ 05.34  |
|
|
|
|
| |
| About Me |
|

Name: My Blog
Home:
About Me:
See my complete profile
|
| Previous Post |
|
| Archives |
|
|
| Shoutbox |
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis ligula lorem, consequat eget, tristique nec, auctor quis, purus. Vivamus ut sem. Fusce aliquam nunc vitae purus. |
| Links |
|
|
| Powered by |
Isnaini Dot Com
 |
|